Februari 2012 – Juni 2013

Pengumuman

Program Kinerja bermaksud memberikan hibah secara terbatas kepada organisasi masyarakat sipil Indonesia dan pemangku kepentingan lain seperti universitas swasta dan negeri, asosiasi yang terdaftar secara resmi serta lembaga-lembaga penyelenggara pelatihan yang diakui berdasarkan undang-undang di Indonesia yang bekerja untuk meningkatkan pelayanan pemerintah daerah di tiga sektor utama yaitu pendidikan, pelayanan kesehatan dan iklim usaha daerah. Kinerja bekerja sama secara erat dengan organisasi masyarakat sipil Indonesia untuk meningkatkan kapasitas mereka dan membentuk organisasi-organisasi perantara utama yang berkelanjutan dan mampu menyediakan pelayanan yang berkualitas setelah proyek berakhir. Kinerja berupaya memperkuat kapasitas organisasi-organisasi di Indonesia untuk membangun suatu jaringan yang akan mereplikasi praktek-praktek yang baik dengan mengembangkan hubungan antara universitas daerah, lembaga pelatihan pemerintah, asosiasi pemerintah daerah dan organisasi swadaya masyarakat (LSM). Untuk mewujudkan hal ini, maka Kinerja akan memberikan hibah kepada lembaga-lembaga yang akan melakukan kegiatan dukungan tata kelola. Oleh karena itu, organisasi-organisasi tersebut bertanggung jawab atas pelaksanaan program-program penyelenggaraan pelayanan sedangkan Kinerja akan memberikan bantuan pembinaan dan sokongan. Proses pemberian hibah diuraikan di bawah ini.

Paket Program Hibah

  1. Pendidikan
    Paket program pendidikan mencakup distribusi guru proporsional, analisis biaya operasional satuan pendidikan dan manajemen berbasis sekolah. Ketiga bidang intervensi ini dipilih karena diakui oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan pemerintah daerah sebagai bidang yang penting untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dasar. Kinerja berfokus pada cara memfasilitasi mekanisme pelaksanaan, pengawasan, umpan balik dan respons untuk mendukung reformasi pendidikan dasar. Kinerja bekerja sama dengan kelompok-kelompok lintas pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah dan masyarakat sipil untuk memastikan partisipasi yang efektif dari semua pemangku kepentingan yang relevan dalam proses peningkatan pelayanan publik di sektor pendidikan di daerah. Kinerja juga memfasilitasi pemangku kepentingan di daerah, termasuk perempuan dan kelompok-kelompok masyarakat, untuk mengadakan pengawasan oleh warga masyarakat melalui survei penanganan pengaduan. Survei diadakan di sekolah-sekolah (SD dan SMP). Masyarakat mengidentifikasi dan menganalisis pengaduan serta merekomendasikan solusi. Temuan-temuan dibahas dengan semua pemangku kepentingan, dan maklumat pelayanan (service charters) ditetapkan. Warga memantau pelaksanaan maklumat pelayanan dan mendorong pendanaan dan dukungan tambahan bersama-sama dengan para pengambil keputusan di pemerintah daerah.

    Program-program pendidikan yang akan dipromosikan adalah:
    • Distribusi Guru Proporsional (PTD) (informasi terperinci tentang paket hibah untuk program ini dapat dilihat pada tautan berikut RFA SBM Kinerja 2012-001).
    • Analisis Biaya Operasional Santuan Pendidikan (BOSP) (informasi terperinci tentang paket hibah untuk program ini dapat dilihat pada tautan berikut RFA BOSP Kinerja 2012-001).
    • Manajemen Berbasis Sekolah (SBM) ((informasi terperinci tentang paket hibah untuk program ini dapat dilihat pada tautan berikut RFA PTD Kinerja 2012-001).
     
  2. Kesehatan dan Pengawasan Warga terhadap Pelayanan Publik melalui Survei Penanganan Pengaduan
    Paket program kesehatan mencakup Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Akses ke Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) yang menjadi prioritas utama pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) terkait yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Kinerja telah memilih reformasi kebijakan yang berfokus pada pelaksanaan dan pengembangan pemberdayaan masyarakat dalam program KIA dan peningkatan pelayanan puskesmas, serta bekerja sama dengan kelompok-kelompok lintas pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah dan masyarakat sipil untuk memastikan partisipasi yang efektif dari semua pemangku kepentingan yang relevan dalam proses peningkatan pelayanan publik di sektor kesehatan. Forum-forum tersebut memberikan peluang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelayanan publik yang berkualitas serta akses ke data empiris dan praktek yang baik. Kinerja juga memfasilitasi pemangku kepentingan di daerah, termasuk perempuan dan kelompok-kelompok masyarakat untuk mengadakan pengawasan oleh warga masyarakat melalui survei penanganan pengaduan. Survei diadakan di puskesmas-puskesmas. Masyarakat mengidentifikasi dan menganalisis pengaduan serta merekomendasikan solusi. Temuan-temuan dibahas bersama semua pemangku kepentingan, dan maklumat pelayanan (service charters) ditetapkan. Warga masyarakat memantau pelaksanaan maklumat pelayanan dan menganjurkan pendanaan dan dukungan tambahan bersama-sama dengan para pengambil keputusan di pemerintah daerah.

    Program-program kesehatan yang akan dipromosikan adalah:
    • Promosi Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif.
    • Kesiapan Persalinan K1-K4 (Pemeriksaan dan Perawatan Ibu Hamil).
    • Program Kemitraan Bidan dan Dukun.

    Informasi terperinci tentang paket hibah untuk program ini dapat dilihat pada tautan berikut :
     
  3. Iklim Usaha yang Baik (Proses Permintaan Bantuan dan Seleksi akan ditangani oleh The Asia Foundation)
    Kinerja berupaya meningkatkan iklim usaha yang baik (BEE) melalui pelayanan perizinan usaha yang lebih baik. Usaha mikro, kecil dan menengah yang berkembang dengan baik merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat dan menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Kinerja membantu pemerintah daerah dalam memperbaiki pelayanan satu atap (OSS) untuk perizinan usaha dan melaksanakan kajian dan reformasi terhadap peraturan perundang-undangan.

    Selain memperkuat sisi penawaran untuk memberikan pelayanan perizinan usaha yang disederhanakan, Kinerja juga bertujuan untuk memberdayakan CSO (dunia usaha, LSM, media, dan lain-lain) dalam rangka mendorong pelayanan usaha yang lebih baik. Ini mencakup kajian terhadap peraturan-peraturan, pengembangan wewenang yang memadai dalam pelayanan satu atap (OSS), pembentukan SOP yang sederhana, alat pemantauan dan peningkatan kapasitas staf untuk mencapai standar pelayanan minimum. Di sisi permintaan, Kinerja berupaya memberdayakan CSO untuk menyalurkan pengaduan dan memantau penanganannya sehubungan dengan pelayanan perizinan usaha dan memastikan adanya liputan media tentang inisiatif reformasi OSS.

    Saat ini, ada empat organisasi perantara lokal yang menyediakan bantuan teknis di 7 kabupaten yang mendapatkan dukungan BEE. Ketujuh organisasi tersebut berkedudukan di kabupaten atau ibukota provinsi.
  4. Media
    Program Kinerja berupaya memperkuat kapasitas masyarakat sipil agar dapat secara produktif memanfaatkan dan mengakses media serta memfasilitasi kerjasama antara pemerintah daerah dan media dalam penyampaian informasi tentang penyelenggaraan pelayanan publik di daerah (PSD). Kinerja memberikan kesempatan untuk menyampaikan konten media, membangun pengetahuan editor dan jurnalis mengenai penyelenggaraan pelayanan publik, mendorong dan mempromosikan jurnalisme warga, dan melatih pejabat penerangan publik pemerintah daerah (PPID) untuk menyampaikan dan menerbitkan informasi yang tepat waktu sehubungan dengan penyelenggaraan pelayanan publik. Kinerja juga memberikan hibah berskala kecil atas penggunaan media secara inovatif untuk mendukung pelayanan publik di daerah.

Jumlah Hibah

Hibah Kinerja yang diberikan berkisar mulai dari minimal Rp 50.000.000 sampai maksimal Rp 2.000.000.000. Jangka waktu atau lamanya pemberian hibah tidak melebihi satu tahun. Kinerja mendorong kontribusi dari pemohon regional dan akan memberikan nilai/bobot yang lebih besar kepada proposal-proposal yang mencantumkan tanggunan biaya bersama (cost-sharing). Pemohon diharapkan dapat menguraikan secara jelas tanggungan biaya bersama dalam proposal mereka. Kinerja sedapat mungkin akan mencari kesempatan tanggungan biaya bersama (kontribusi secara natura dan keuangan dari berbagai sumber) dengan penerima hibah. Kinerja mewajibkan setiap pemohon untuk mengalokasikan minimal 17% dari total hibah untuk tanggungan biaya bersama. Maksimal 40% dari jumlah dana hibah dapat dialokasikan untuk biaya personil dan operasional lembaga penerima hibah.

Proses Permohonan dan Seleksi

Proses permohonan dan seleksi hibah KINERJA akan dilaksanakan dalam dua tahap: (1) tahap Ringkasan Konsep Hibah dan (2) tahap Permohonan Hibah Penuh. Pada tahap pertama, pemohon akan mengajukan Formulir Ringkasan Konsep Hibah KINERJA paling banyak 5 halaman. Bentuk dan pedoman untuk melengkapi formulir ini dapat diperoleh melalui tautan berikut Grant Concept Summary dan dapat diajukan dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Komite Evaluasi Teknis Kinerja akan mengevaluasi dan menilai permohonan Ringkasan Konsep Hibah. Berdasarkan hasil evaluasi, Kinerja akan mengundang pemohon yang terpilih untuk mengajukan Paket Permohonan Hibah Penuh. Paket Permohonan Hibah Penuh dapat diajukan dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Kinerja mewajibkan semua pemohon yang terpilih untuk menyerahkan formulir permohonan hibah yang telah dilengkapi, yaitu yang dapat diunduh di sini. Formulir ini, antara lain, meminta agar semua permohonan mencantumkan uraian program, rencana pelaksanaan, rencana pemantauan dan evaluasi, ringkasan personil utama, dan anggaran yang terperinci. Pemohon juga harus melengkapi dan menyerahkan semua sertifikasi yang diminta dalam formulir permohonan hibah. Permohonan yang tidak lengkap, atau yang tidak memberikan informasi secara memadai, tidak akan diperhitungkan oleh komite seleksi. Kinerja dapat menghubungi pemohon untuk meminta informasi tambahan berkenaan pengajuan proposal.

Kriteria Evaluasi

Pertama-tama, proposal-proposal akan disaring berdasarkan kebutuhan Kinerja di setiap bidang fokus. Proposal yang lolos penyaringan akan dievaluasi berdasarkan keunggulan relatif dari segi desain program dan dampak potensial, personil yang diusulkan dan rencana manajemen, anggaran dan bukti kapasitas pemohon agar dapat berhasil dalam melaksanakan bidang fokus masing-masing. Prioritas akan diberikan kepada organisasi dari daerah di mana hibah akan dilaksanakan dan kepada organisasi yang memiliki pengalaman dalam melaksanakan satu atau lebih hibah internasional. Kinerja menginginkan desain program yang menekankan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang fokus dan pada pendekatan yang disusun dengan baik dan mempunyai peluang yang baik untuk mencapai tujuan-tujuan yang diusulkan. Kinerja berhak menerima atau menolak proposal yang diajukan. Persetujuan akhir atas proposal yang direkomendasikan untuk menerima hibah bergantung pada tersedianya pendanaan dan memerlukan persetujuan dari USAID.

Proses Pemberian Hibah

Pemohon yang berhasil akan dihubungi oleh Kinerja. Pemberian hibah akan dilakukan sesuai dengan peraturan USAID yang berlaku. ( Baca di sini )

Silahkan kirimkan Formulir Ringkasan Konsep Hibah anda kepada Kinerja :
KINERJA – USAID

 
Gedung BRI II Lantai 28, Suite 2807
Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
Jakarta 10210 dan melalui email ke: wakbar@kinerja.or.id