Advertisement

Proyek EQSI sedang mencari seorang Konsultant Individual penyusunan data spasial lahan kritis untuk mendukung program Reforestry (penghutanan kembali), di 3 Kabupaten (Kolaka Timur, Konawe dan Konawe Selatan), Sulawesi Tenggara, Indonesia. Detail informasi mengenai pekerjaan dan ruang lingkupnya dapat di lihat di ToR berikut ini.

Peminat yang memenuhi syarat, silahkan mengirimkan Surat Pernyataan Minat dan budget proposal paling lama tanggal 31 Mei, 2016, kepada proyek EQSI, via yatiesaloh@gmail.com.  Cantumkan Konsultan Data Spasial Lahan Kritis pada subyek email.  Lampirkan hanya CV dan copy sertifikat GIS.  Mengantisipasi banyaknya aplicant yang masuk, kami hanya menghubungi mereka yang masuk dalam short listed

Kerangka Acuan Kegiatan

PENYUSUNAN DATA SPASIAL LAHAN KRITIS

PROGRAM REFORESTRI – EQSI PROJECT

Latar Belakang:
Proyek dengan tema “Economic, Quality and Sustainability Improvement from Community Centered Cocoa Fermentation Stations, Diversified Agro-forestry and Agribusiness Systems and Centered Social Development Programs” atau di sebut EQSI, adalah proyek kerja sama antara MCA-I, Yayasan Kalla, Kalla Kakao Industri and Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera (LEMS) Sulawesi Tenggara.

Proyek EQSI memiliki lima program yaitu reforestation, Social Developemnt, Agroforestry, Fermentation dan Yeast Inoculom. Tujuan proyek ini untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan rendah karbon di sektor kakao, meningkatkan mata pencaharian petani kakao melalui agro-forestry dan peningkatan mutu biji kakao, mengurangi hambatan petani kakao dalam meningkatkan kualitas kakao melalui fermentasi berbasis masyarakat. Lokasi proyek terletak di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Kolaka Timur dan tersebar di 9 Kecamatan 52 desa di Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Keterbatasan data dan informasi mengenai lahan kritis di lokasi proyek EQSI baik di dalam kawasan hutan atau di luar kawasan hutan. Oleh karena itu, kami akan menyusun data dan peta lahan kritis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial No. P. 4/V-SET/2013 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis.

Maksud Kegiatan:
Penyusunan data spasial lahan kritis program reforestri dimaksudkan untuk memberi informasi yang akurat mengenai jumlah dan distribusi lahan kritis dan kesesuaian jenis tanaman hutan pada lahan kritis tersebut sehingga pelaksanaan kegiatan reboisasi tepat guna dan tepat sasaran.

Tujuan Kegiatan:
  • Memberikan informasi yang akurat terkait jumlah dan distribusi lahan kritis pada tiga Kabupaten lokasi proyek EQSI.
  • Memberikan informasi sebaran dan luas lahan kritis pada kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi (HP) yang dapat diaplikasikan pola penanaman air seeding.
  • Memberikan informasi sebaran dan luas lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai Hutan Rakyat (HR) dengan pola penanaman manual
  • Memberikan informasi kesesuaian jenis tanaman hutan pada lokasi lahan kritis dan hutan rakyat
  • Memberikan panduan jalur terbang  helikopter pada kegiatan penaburan benih metode air seeding
Bentuk Kegiatan:

Bentuk kegiatan adalah sebagai berikut:

Pengumpulan/pengadaan data- data dan peta
  • Penutupan lahan terbaru hasil citra satelit (tahun terakhir)
  • Peta topografi (Rupa Bumi Indonesia skala 1 : 50.000)
  • Peta land system dari RePPProt
  • Data klimatologi
Pengolahan data
  • Penentuan kriteria lahan kritis
  • Klasifikasi penutupan lahan
  • Klasifikasi tingkat erosi menurut USLE
Penyusunan data spasial lahan kritis
  • Interpretasi citra satelit
  • Analisis data aster DEM
  • Analisis penggunaan lahan
  • Analisis lereng
  • Analisis erosi
  • Analisis Lahan kritis
  • Analisis prioritas penanganan lahan kritis
Penyusunan peta kesesuaian jenis tanaman kehutanan
  • Trambesi
  • Sengon
  • Kaliandra
  • Akasia
  • Gmelina
  • Jabon
  • Biti
Penyusunan panduan jalur terbang helikopter metode air seeding

Kualifikasi tenaga ahli:
  • Minimal sarjana pertanian,  kehutanan atau bidang ilmu lainnya yang relevan dengan pekerjaan pemetaan
  • Mampu melakukan analisa dan penilaian kesesuain lahan
  • Memiliki Sertifikat GIS (Geographic Information System) dari Bakosurtanal atau lembaga penelitian bidang pemetaan.
  • Memahami prinsip dasar penaburan benih dari udara dan penanaman manual
Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:
  • Data dan informasi lahan kritis yang terupdate di tiga kabupaten proyek EQSI (Kab. Konawe, Kab. Konawi Selatan, Kab. Kolaka Timur)
  • Adanya lokasi potensi hutan rakyat di tiga kabupaten (Kab. Konawe, Kab. Konawi Selatan, Kab. Kolaka Timur), utamanya lokasi desa program EQSI
  • Adanya rekomendasi lokasi kegiatan air seeding dan penanaman manual
  • Adanya peta kesesuaian jenis tanaman hutan pada lokasi lahan kritis dan hutan rakyat
  • Adanya peta panduan jalur terbang helikopter metode penaburan air seeding
Agenda Kegiatan:

Kegiatan penyusunan data spasial lahan kritis proyek EQSI dilaksanakan pada bulan Juni 2016 dengan agenda kegiatan sebagai berikut :
  • Persiapan dan pengumpulan data
  • Analisis data spasial lahan kritis 3 kabupaten lokasi proyek EQSI
  • Analisis kesesuaian jenis tanaman kehutanan
  • Analisis pedoman jalur terbang helikopter metode air seeding
  • Laporan hasil identifikasi lahan kritis, kesesuaian jenis tanaman dan panduan jalur terbang helikopter.
Lama kegiatan maksimal 2 (dua) bulan

Sinaryatie Saloh
Senior Finance & Admin Coordinator
EQSI Project
Yayasan Kalla - MCA-Indonesia
Kendari Field Office, South East Sulawesi
Indonesia