Advertisement

Kementerian Luar Negeri RI kembali bekerja sama dengan Sekretariat PBB dalam menggelar rekrutmen bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berminat membangun karir sebagai pegawai internasional PBB melalui skema rekrutmen United Nations Young Professionals Programme (YPP) 2016. Program ini bertujuan untuk merekrut kalangan muda di negara-negara anggota PBB yang jumlah warga negaranya yang bekerja di Sekretariat PBB masih sedikit (underepresented), untuk bergabung sebagai staf Profesional PBB pada level P-1 atau P-2.

Indonesia turut berpartisipasi pada program ini karena saat ini masih sangat sedikit jumlah WNI yang bekerja di PBB. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri RI mendorong kalangan muda Indonesia yang memenuhi persyaratan umum yang diminta, yaitu: berusia maksimal 32 tahun, memiliki ijazah minimal Strata-1 (S-1) yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dibuka, dan mampu berbahasa Inggris atau Perancis dengan baik, untuk ikut melamar pada bidang kerja yang tersedia. Program UN YPP tidak mensyaratkan pengalaman kerja, sehingga kesempatan ini juga terbuka bagi para fresh graduates. 

Pada UN YPP 2016, terdapat 2 (dua) bidang kerja yang dibuka yang masing-masing periode pendaftarannya adalah sebagai berikut.
  • 19 Mei s/d 19 Juli 2016 untuk bidang kerja Information and Telecommunications Technology;
  • 19 Mei s/d 19 Juli 2016 untuk bidang kerja Economic Affairs (and Sustainable Development);
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs DISINI dan seluruh waktu pendaftaran ditutup pada pukul 23.59 waktu New York, AS. Perlu diperhatikan juga bahwa bidang kerja dan waktu pendaftaran dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada keputusan Sekretariat PBB. Oleh karena itu, disarankan agar terus memantau informasi terkini melalui situs INI, melalui INI pada kolom Karir dan Beasiswa. 

Penyaringan peserta dilakukan sepenuhnya oleh Sekretariat PBB berdasarkan aplikasi yang diterima secara online. Proses seleksi dilakukan dalam 3 tahap, yaitu seleksi administrasi, ujian tertulis, dan wawancara.

Sebagai informasi, pada tahun 2015 hanya 81 WNI yang tercatat menjadi staf Profesional (yang direkrut secara internasional) pada Sekretariat PBB. Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 240 juta orang. Jumlah tersebut juga masih lebih kecil dibandingkan Nepal (negara dengan jumlah penduduk +/- 27 juta jiwa) yang memiliki 165 staf profesional pada Sekretariat PBB, dan juga Filipina (negara dengan jumlah penduduk +/- 99 juta jiwa) yang memiliki 773 staf profesional pada Sekretariat PBB.

Indonesia bukan untuk pertama kalinya berpartisipasi pada UN YPP. Indonesia telah berpartisipasi setiap tahun sejak 2012. Sejauh ini, sebanyak 10 WNI telah diterima bekerja sebagai staf profesional di Sekretariat PBB melalui skema UN YPP.  Seleksi tahun 2015 masih berlangsung, sehingga hasilnya belum diperoleh. 

Informasi lebih lanjut silakan hubungi Sekretariat Direktorat Jenderal Multilateral, a.n. Jhendra Samodra, melalui email jhendra.samodra@kemlu.go.id, atau telepon di nomor +6221-384-8464 ext 5591.

(Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal Multilateral)