Advertisement

KOORDINATOR PROYEK LEARN-JRS INDONESIA
Wilayah kerja: Bogor, Jawa Barat
Batas akhir lowongan10 Desember 2016
Mulai bekerja: Januari 2017
Jangka waktu kontrak: 1 tahun (berakhir pada 31 Desember 2017) dengan kemungkinan perpanjangan
Posisi: Koordinator Proyek
Bertanggung jawab kepada: National Program Officer
Bekerjasama dengan: Komunitas pendidikan pencari suaka dan pengungsi di Bogor, pemerintah setempat, penduduk setempat, Proyek JRS Befriend Urban Asylum Seekers
OrganisasiYayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia
Penempatan: Bogor, Jawa Barat

Latar Belakang Lembaga dan Program
Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia adalah lembaga kemanusiaan yang menjalankan misi untuk menemani, melayani, dan membela hak para pengungsi dan mereka yang terpaksa berpindah. Yayasan JRS Indonesia menjalankan pelayanan di tingkat nasional, dalam koordinasi dengan jaringan regional dan internasional. JRS merupakan karya sosial Serikat Jesus yang menjadi respon konkret Gereja Katolik di Indonesia terhadap masalah pengungsian, dalam kerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik, dengan menghormati keragaman agama, suku, pandangan, dan budaya. JRS hadir bagi para pengungsi dalam negeri (Internally Displaced Persons), serta para pencari suaka (asylum seeker) dan pengungsi lintas batas negara (refugee) yang bertahan hidup di kamp pengungsian, detensi imigrasi, maupun di kawasan perkotaan. Kerja JRS mencakup bidang pendidikan, pendampingan psikososial, bantuan darurat, pendampingan pastoral, pemberdayaan komunitas, dan aneka pelayanan sosial yang sesuai dengan kebutuhan komunitas pengungsi.

Maksud Rekrutmen
Proyek Bogor Urban LEARN (Asylum Seeker and Refugee Education) bertujuan untuk meningkatkan akses komunitas pencari suaka dan refugee yang bertahan hidup di wilayah Bogor, Jawa Barat, terhadap pendidikan yang berkualitas, dengan mengadakan pelatihan bagi sukarelawan guru, kursus bahasa, pendampingan terhadap komunitas, dan advokasi hak komunitas untuk memperoleh pendidikan dalam kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang relevan.

Koordinator Proyek bertanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan tim dalam mencapai sasaran proyek, serta mengidentifikasi upaya advokasi dan kebutuhan perlindungan yang relevan untuk meningkatkan akses pencari suaka dan pengungsi terhadap pendidikan. Koordinator akan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, mengidentifikasi tantangan dan peluang-peluang baru di lapangan, serta mengawali kolaborasi-kolaborasi kreatif yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas akses tersebut. Koordinator akan mengadakan pemantauan berkala atas jalannya proyek, menilai dampak konkret proyek terhadap orang-orang yang dilayani, dan menyampaikan laporan berkala kepada Kantor Nasional JRS Indonesia.

Kualifikasi dan Pengalaman:
  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik secara lisan maupun tertulis.
  • Memiliki pengalaman untuk mendampingi inisiatif yang muncul dari suatu komunitas berbasis pendidikan dan melakukan advokasi bersama komunitas.
  • Diutamakan yang memiliki pengalaman mendampingi orang yang mencari perlindungan dan/atau mengalami keterbatasan akses untuk memenuhi hak-hak asasinya.
  • Memiliki ijazah minimal S1 ilmu pendidikan, ilmu sosial, kajian hak asasi manusia, komunikasi, atau bidang ilmu lain yang relevan.
  • Memiliki keterampilan komunikasi dan manajemen yang efektif.
  • Memiliki sensitivitas budaya yang kuat, serta dapat bekerja sama dengan orang yang berasal dari aneka latar belakang budaya dan kewarganegaraan.
  • Memiliki kesediaan dan dorongan yang kuat untuk mempelajari isu dan hak asasi pencari suaka dan pengungsi.
  • Dapat bekerja sama dalam tim maupun bekerja secara mandiri.
  • Siap sedia bekerja dalam keadaan yang mendesak, serta dapat bekerja di bawah tekanan dan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.
  • Warga negara Indonesia.

Lamaran mohon dikirim via email ke alamat: Indonesia@jrs.or.id dengan menyertakan JRS Application Form yang dapat di unduh di KOORDINATOR PROYEK “LEARN” | JRS INDONESIA