IBU Foundation Job Vacancy: Human Resource Officer, Bandung - West Java

Yayasan Indonesia Bhadra Utama (IBU) yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pengembangan masyarakat, saat ini membutuhkan kandidat profesional sebagai Human Resource Officer yang akan bertugas di Kantor Pusat (Bandung).

Adapun lingkup tugas yang akan dijalankan adalah sebagai berikut:
  • Membantu proses rekrutmen dan seleksi staf & relawan
  • Melakukan tugas-tugas administrasi kepegawaian (data base, surat menyurat, payroll)
  • Membantu menganalisa kebutuhan peningkatan kapasitas staf & relawan
  • Membantu menyusun program peningkatan kapasitas staf & relawan
  • Membantu memfasilitasi penyelesaian permasalahan personel
  • Membantu menganalisa dan mengembangkan efektifitas sistem pengelolaan SDM
Kualifikasi
  • Laki-laki/Perempuan maks berusia 35 tahun
  • Latar belakang Pendidikan minimal S1 Psikologi atau Manajemen SDM
  • Bersedia melakukan perjalanan dinas ke wilayah dampingan Yayasan IBU
  • Memiliki pengalaman minimal 1 tahun bekerja di bagian HR atau SDM. Menjadi nilai lebih apabila pernah bekerja di NGO/LSM
  • Memiliki keinginan belajar yang tinggi dan mampu menyesuaikan diri dalam situasi kerja yang dinamis
  • Memiliki kemampuan analisa, pengambilan keputusan, dan perencanaan kerja yang baik
  • Memiliki keterampilan interpersonal dan komunikasi persuasif yang memadai
  • Mampu berbahasa Inggris dengan baik, secara lisan maupun tulisan
  • Terampil menggunakan Microsoft Office (Word, PowerPoint, Excel, dan Outlook)
Cara Melamar
  • Pelamar yang tertarik dan memiliki kualifikasi yang sesuai silakan mengisi formulir pada tautan berikut: KLIK DISINI, paling lambat 10 Februari 2020 pukul 24.00 WIB
  • Hanya kandidat yang lolos seleksi awal, yang akan dihubungi untuk mengikuti proses interview.
IBU Foundation berkomitmen memperlakukan setiap staf berdasarkan prinsip kesetaraan tanpa membedakan SARA, status sosial, dan orientasi seksual. Menjunjung tinggi perlindungan terhadap anak (child protection), perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi seksual (PKES).

No comments: